Sabtu, 02 Juli 2016

Tentang Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Yang Benar

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah hampir selesai, dan orang-orang pun mulai ramai mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. 
Seiring hendak datangnya Idul Fitri ini, saya menerima beberapa broadcast dan melihat beberapa tulisan di forum yang cukup menggelitik, tentang Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Yang Benar.. Garis umum pembahasannya yaitu bahwa ucapan selamat idul yang benar adalah “taqabbalallhu minna waminkum”, sementara “minal aidin wal faizin” & mohon maaf lahir dan batin adalah ucapan yang salah kaprah. Salah satunya pembahasannya di forum Kaskus ini.

Sebenarnya hal seperti ini adalah bahasan lama, tapi tiap mau Idul Fitri selalu saja menjadi viral lagi, dan sepertinya banyak orang yang menerimanya begitu saja---membuat saya semakin tergelitik untuk membahasnya.

Di sini saya mau membahas itu, saya usahakan agar bahasannya menyeluruh dan tetap mudah dipahami...

1) Pada dasarnya, ucapan doa itu bebas


Kalo konteks ucapan doa (di luar ibadah mahdhah seperti sholat), tidak ada hadisnya pun dibenarkan. Doa mau ujian doktor, doa mau naik gaji, atau doa mengakhiri masa jomblo, boleh-boleh saja dengan redaksi apapun selama itu doa untuk kebaikan.

Dasarnya ini:
Ucapan selamat atau Tahniah atas datangnya momen tertentu telah menjadi suatu tradisi atau adat yang selalu berbeda-beda di tiap masyarakat. Sementara hukum asal atas suatu adat adalah boleh, selagi tidak ada dalil tertentu yang mengubah dari hukum asli ini. Mayoritas ulama menyatakan, ucapan selamat pada hari raya hukumnya adalah ibahah/boleh (lihat: al-Adab al-Syar'iyah, jilid 3, hal. 219).
Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan, ucapan selamat (tahniah) secara umum diperbolehkan, karena adanya nikmat, atau terhindar dari suatu musibah, dianalogikan dengan validitas sujud syukur dan ta'ziyah (lihat al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, jilid 14, hal 99-100).
Dari sini kita bisa menyimpulkan kalau ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri itu bebas, selama yang diucapkan itu (doa) isinya kebaikan:
- Taqabbalallhu minna wa minkum
- Minal aidin wal faizin
- Mohon maaf lahir dan batin
- Sugeng riyadi, nyuwun pangapunten saking sekatahipun kalepatan
- Selamat ya
- dll

2) Ucapan yang baik itu dicontohkan Rasulullah dan para Sahabat


Lalu, untuk lebih baiknya, ucapan doa yang kita keluarkan tersebut hendaknya dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Dalam hal ucapan idul fitri ini, ucapan yang dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah: “taqabbalalllahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
Ucapan tersebut merupakan kebiasaan di antara beberapa sahabat, di antaranya: Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Maka dari itu, alangkah baiknya jika ucapan selamat yang kita ucapkan itu sebagaimana yang dicontohkan, “taqabbalalllahu minna wa minkum”. Tapi jangan berhenti di situ, kita kembali ke poin pertama tadi, sehingga bukan berarti doa dan ucapan lain yang baik itu tidak diperbolehkan.

3) Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin


Ucapan itu yang paling sering kita dengar sebagai rakyat Indonesia Raya. Bagaimana sih artinya yang benar?
Minal Aidin Wal Faizin, secara tekstual artinya, “Semoga kita termasuk orang yang kembali dan menuai kemenangan”

Beberapa orang menyangsikan arti kalimat tersebut. Kembali terhadap apa? Menang terhadap apa? Apakah “kembali pada kemaksiatan pascaramadhan, meraih kemenangan atas bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan”?

Tentu saja tidak. Anak kecil pun tidak akan mau mengucapkan nya kalau maknanya seperti itu.

Makna popular & lengkap kalimat tersebut adalah “Ja'alanallahu wa iyyakum MINAL 'AIDIN ilal fithrah WAL FAIZIN bil jannah” (Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang yang kembali pada fitrah dan menuai kemenangan dengan meraih surga).
Jadi jangan khawatir. Maknanya bukan kembali ke perbuatan maksiat dan menang telah menaklukkan Ramadhan. Adapun yang dimaksud dengan kembali pada fitrah adalah: Islam dan kesucian.

Ini dasarnya:
Apa makna fitrah? Setidaknya ia memiliki dua makna: Islam dan kesucian
Makna pertama diisyaratkan oleh hadits (artinya): "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia (sebagai/seperti) Yahudi, Nasrani, atau Majusi."
Sisi pengambilan kesimpulan hukum atau wajh al-istidlal-nya, Nabi telah menyebutkan agama-agama besar kala itu, namun Nabi tidak menyebutkan Islam. Maka fitrah diartikan sebagai Islam.
Dengan ujaran lain, makna kembali ke fitrah adalah kembali ke Islam, kembali pada ajaran, akhlak, dan keluhuran budaya Islam.
Makna fitrah yang kedua adalah kesucian. Makna ini berdasarkan hadits Nabi (artinya), "Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, mencabut/menghilangkan bulu ketiak, dan memotong kuku." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kelima macam fitrah ini semuanya kembali pada praktik kebersihan dan kesucian. Dapat disimpulkan kemudian bahwa makna fitrah adalah bersih dan suci.
 So, adalah hal yang keliru jika ada orang yang mengatakan bahwa ucapan “Minal Aidin Wal Faizin” adalah hal yang salah kaprah..

Lalu, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Pertama di sini perlu kita tekankan, bahwa, memang benar Idul Fitri bukan waktu khusus untuk bermaaf-maafan. Namun demikian, tidak salah juga jika kita mohon maaf di waktu Idul Fitri kepada para saudara dan sahabat atas seluruh kesalahan kita kan? Toh, meminta maaf ini juga bisa membantu kita untuk meraih fitrah/kesucian yang kita harapkan setelah menjalani bulan Ramadhan.

“Mohon Maaf Lahir dan Batin” memang sering bersanding dengan “Minal Aidin Wal Faizin”, tapi bukan berarti kedua kalimat tersebut merupakan translate satu sama lain.
Memaknai Minal 'Aidin Wal Faizin' dengan 'Mohon Maaf Lahir Batin', hanya karena biasanya dua kalimat itu beriringan satu sama lain, itu sama saja dengan 'membahasa-Inggriskan' keset di depan pintu rumah makan dengan welcome, dengan alasan tulisan itu biasanya ada di atas keset.

Demikian itu tiga poin penting yang hendak saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Lalu, sebagai penutup, bagaimana ucapan selamat idul fitri yang benar? Sekali lagi, ucapannya bebas terserah anda selama itu berisi pesan kebaikan. Dan akan lebih baik lagi jika dalam ucapan itu menyertakan pula ucapan yang dicontohkan Sahabat—tanpa menutup bahwa ucapan lain juga diperbolehkan.

Tapi menurut hemat saya (pribadi), karena di Indonesia sudah lazim menulis “Selamat Hari Raya Idul Firtri, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”, ucapan itu kiranya sudah cukup untuk diucapkan.
Tapi kalau pengen yang lebih bagus lagi boleh-boleh saja. Guru saya di MA dulu malah panjang sekali ucapan Idul Fitrinya (kalau saya tidak salah ingat):
Ja'alanallahu Wa Iyyakum Minal Aidin Wal Faizin Wal Maqbulin, Kullu Amin Wa Antum Bikhoir…. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim..
(Semoga Allah menjadikan kami dan kalian semua termasuk dalam golongan orang yang kembali kepada fitrah dan menuai kemenangan dengan meraih surga serta diterima amal ibadah kita.. Semoga setiap tahun engkau sekalian semua dalam keadaan yang baik... Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian semua, terimalah Ya Allah….)

Amin….

Semoga dengan pembahasan singkat dari saya ini dapat memberi pemahaman lebih utuh mengenai ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri...

Sumber (untuk bacaan lebih lanjut):
 

0 komentar:

Posting Komentar